
IslamTerkini.net, Jerman - Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel mencurigai Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut andil dalam putusnya hubungan diplomatik negara teluk dengan Qatar. Sigmar curiga kunjungan Trump ke Saudi bulan lalu berkaitan erat dengan ini.
Arab Saudi dan sejumlah negara-negara Teluk pada hari Senin (05/06) memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Selain itu, Qatar juga diboikot dengan menutup seluruh akses dari udara, laut dan darat dengan Qatar.
Perselisihan tersebut terjadi kurang dari sebulan pasca Trump mengunjungi Arab Saudi. Kedatangannya tersebut bertujuan untuk meminta negara-negara Muslimin bersatu melawan “ekstremisme”.
“Kontrak militer raksasa Presiden Trump dengan kerajaan (Saudi) teluk baru-baru ini akan meningkatkan risiko penjualan senjata,” kata Gabriel memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan Handelsblatt pada hari Rabu (07/06).
Selang sehari setelah krisis Qatar terjadi, Trump pada hari Selasa (06/05) menyampaikan upaya regional untuk mengisolasi Qatar, serta mendukung Arab Saudi dan sekutu-sekutunya. Selama kunjungannya baru-baru ini ke Arab Saudi, dimana Trump menandatangani kontrak senjata senilai $ 110 miliar atau sekita 1.460 triliun dengan Riyadh.
“Kebijakan ini benar-benar salah dan tentunya bukan kebijakan Jerman. Saya sangat prihatin dengan eskalasi dramatis dan konsekuenisnya bagi seluruh wilayah,” ungkapnya dalam wawancara berbeda pada hari Selasa (6/06).
Post a Comment